Beberapa waktu yang lalu saya membeli buku “Penjelalah Bahari”. Sebuah penelitian mengenai pengaruh peradaban Nusantara di Afrika, jauh sebelum bangsa Eropa dan Arab mengenal Afrika.
Judul asli
enjelajah Bahari : Pengaruh Peradaban Nusantara di Afrika
Penulis : Robert Dick-Read
Penerbit : Mizan

Buku ini bercerita tentang pelaut-pelaut Nusantara yang berlayar sampai ke Afrika pada masa lampau, jauh sebelum bangsa Eropa mengenal Afrika selain gurun Saharanya, dan jauh sebelum bangsa Arab dan Shirazi menemukan kota kota-kota eksotis di pantai timur Afrika seperti Kilwa,Lamu dan Zanzibar. Pelaut dari Nusantara itu diidentifikasi sebagai orang-orang yang berasal dari suku Bugis,Mandar dan Makasar.
Pendek kata, penelitian dalam buku ini mengungkap bukti-bukti mutakhir bahwa para pelaut Nusantara telah menaklukkan samudra jauh sebelum bangsa erpa,Arab dan China memulai zaman penjelajajahn bahari mereka. Sejak abad ke-5 M,para pelaut Nusantara telah mampu menyeberangi Samudera Hindia hingga mencapai Afrika.
Para petualang Nusantara ini bukan hanya singgah di Afrika. Mereka juga meninggalkan banyak jejak di kebudayaan di seluruh Afrika. Mereka memperkenalkan jenis-jenis tanaman baru, teknologi, musik, dan seni yang pengaruhnya masih bisa ditemukan dalam kebudayaan Afrika sekarang.
Dalam buku ini, ada beberapa hipotesis yang cukup mengejutkan :
- antara abad ke-5 dan ke-7, kapal-kapal Nusantara mendominasi pelayaran dagang di Asia
- pada abad-abad itu, perdagangan bansga China banyak bergantung pada jasa para
pelaut Nusantara
- sebagian teknologi kapal jung dipelajari bangsa China dari pelaut-pelaut Nusantara,
bukan sebaliknya
- dari manakah asal emas berlimpah yang membuat Sumatera dijuluki Swarnadwipa
(Pulau Emas) ? Mungkinakah dari Zimbabwe
- Mungkinkah tambang-tambang emas kuno di Zimbabwe dibangun oleh para perantau Nusantara ?
Dan masih banyak lagi data sejarah yang dipaparkan buku ini, yang pasti akan banyak mengubah pandangan anda tentang kehebatan peradaban Nusantara pada masa kuno. Sebuah bacaan yang bagi saya dapat menambah wawasan mengenai kehebatan nenek moyang bangsa ini. Dan semakin mempertegas lirik lagu karangan Ibu Sud di bawah ini :
nenek moyangku orang pelaut
gemar mangarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa
angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b’rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai
Peradaban Nusantara Update

wa.. ini bagus sekali. smacam juga pengaruh Syaikh Yusuf di tempat pembuangan Belanda di Af-Sel. tapi ini abad2 sebelumnya lagi ya? Hal2 seperti ini perlu diungkap dan disebarkan ke generasi sekarang utk membangkitkan kebanggaan nasionalisme.
Usul: wajah sampul buku-nya ditampilkan
Oleh: Kang Nur on September 11, 2008
at 1:40 pm
sepertinya bagus bukunya…
Oleh: heruyaheru on September 12, 2008
at 7:36 am
wah ternyata herfindra adalah programer dan budayawan … keep spirit bro
Oleh: agung ReBe on September 15, 2008
at 2:31 pm
Buku yang bagus…
thanx
langsung cari…
salam
Oleh: cenya95 on September 15, 2008
at 2:49 pm
wah sepertinya menarik nih untuk dipelajari, bagus gak untuk direkomendasikan sebagai bacaan wajib bagi siswa sekolah…?
Oleh: ajhoaphoe on September 15, 2008
at 11:35 pm
Kalau buku “The Decline And Fall of The Roman Empire” karya Gibbon, apakah sudah ada yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia?
Oleh: Capunk on September 16, 2008
at 12:48 pm
ini buku beserta argumentasinya dibangun berdasarkan data2 yg menarik dan tampaknya valid, sayangnya baru dapat dikategorikan “memberi petunjuk” mengenai kehadiran pelaut nusantara di afrika. tapi sekali lagi, tidak ada bukti langsung yg menunjukkan bahwa pelaut2 kita memang hadir disana.
buku bagus untuk menambah wawasan.
Oleh: abu syauqi on Januari 29, 2009
at 7:15 pm
Sebuah buku yang menarik dengan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan, layak menjadi salah satu referensi tentang bukti puncak peradaban bahari di Nusantara. Selamat ya.
Oleh: orbul thea on April 17, 2009
at 3:29 pm