Kebutuhan manusia secara garis besar terbagi dalam 2 (dua) kategori, kehidupan duniawi (ragawi) dan kehidupan akhirat (rohani). Yang mana kehidupan duniawi bagi sebagian besar orang menjadi tolak ukur yang lebih penting dibandingkan kebutuhan rohani. Karena hasil akhirnya bisa langsung dirasakan dan dinikmati, berbeda dengan pemenuhan rohani yang baru bisa benar-benar dipanen saat manusia kembali kepada Penciptanya.
Selanjutnya pemenuhan akan kebutuhan rohani ini biasa disebut dengan agama. Sebuah keyakinan dan kepercayaan sebagai media interkasi manusia dengan sang Empunya jiwa. Berbicara mengenai kepercayaan, di dunia ini begitu banyak ragam dan cara manusia untuk memenuhi kebutuhan rohaninya. Semenjak manusia berakal hadir di muka bumi ini sampai saat tulisan ini saya buat, selama itu pula agama mengalami perkembangan sesuai dengan jamannya.
Peradaban Nusantara Update
Menjadi suatu kebetulan jika agama-agama besar yang ada di dunia sekarang ini berasal dari peradaban Timur Tengah (Arab). Tak terkecuali wilayah Nusantara pun menjadi pengikut terbesar salah satu agama tersebut (Islam yang dibawa Muhammad s.a.w). Disamping agama-agama lainnya yang juga diterima baik oleh penduduk Nusantara. Lalu apakah agama nenek moyang Nusantara sebelum agama-agama tersebut datang ?
Jika merujuk pada pelajaran sejarah yang tercantum dalam buku-buku wajib di sekolah, nenek moyang Nusantara dikategorikan sebagai penganut Animisme dan Dinamisme. Bagi saya itu hanyalah sebuah istilah yang mencoba digambarkan oleh “para ahli sejarah” tentang apa yang dulu dilakukan nenek moyang kita sebagai sebuah cara untuk memenuhi kebutuhan rohaninya. Yang tentu saja semua itu muncul dari budaya (olah cipta, rasa dan karsa) nenek moyang kita yang tinggi. Tidak hanya sekedar menyembah leluhur atau memuliakan benda-benda mati.
Di Pulau Jawa kita bisa menemukan sisa-sisa penganut kepercayaan warisan nenek moyang ini, yaitu yang biasa disebut dengan agama Kejawen dan agama Sunda Wiwitan (Buhun). Meskipun sebenarnya Suku Dayak di Kalimantan atau masyarakat Batak dengan Paramalim-nya juga masih mempraktekkan warisan leluhur ini. Namun disini hanya akan membahas yang ada di Pulau Jawa saja, karena hanya sebatas itu pengetahuan saya.
Kejawen dan Sunda Wiwitan
Ritual-ritual dan tata cara upacara yang dilakukan merupakan perwujudan rasa hormat kepada orang tua atau leluhur serta rasa syukur terhadap kekuatan-kekuatan ghaib yang diyakini telah memberikan keselamatan,rejeki serta hasil panen yang melimpah. Inti dari semuanya adalah menjaga keseimbangan kehidupan antar manusia, manusia dengan lingkungannya serta manusia dengan kekuatan diatasnya yang hubungannya melalui perantara para leluhur.
Kepercayaan Sunda Wiwitan atau Cara Karuhun Urang sampai saat ini banyak dianut oleh Suku Badui yang mempercayai bahwa kepercayaan yang mereka anut ini merupakan ajaran yang dibawa oleh Nabi Adam. Sama halnya dengan orang-orang Kejawen yang biasa menyebut kepercayaannya sebagai agama Nabi Adam.
Apakah Nabi Adam disini sama dengan Nabi Adam dalam kepercayaan Islam ? Kalau betul, apakah nama Adam ini mereka ketahui setelah mengenal Islam atau malah mereka mengenal lebih dulu jauh sebelum mereka mengenal Islam ?
Untuk kemungkinan pertama tidak perlu kita bahas, karena sudah pasti jika mereka mengenal Islam tentu saja mengenal Nabi Adam. Yang akan saya bahas disini adalah kemungkinan kedua. Ada baiknya jika kita sedikit kembali ke sejarah Pawukon yang pernah saya posting di blog ini juga.
Pawukon merupakan ilmu perbintangan kuno Nusantara yang umurnya lebih tua dari semua ilmu perbintangan yang dimiliki peradaban kuno yang pernah tercatat di dunia ini. Yang mana beberapa kegunaannya antara lain untuk memulai musim bercocok tanam maupun musim melaut yang didahului oleh ritual-ritual lengkap dengan sesaji untuk mendapatkan perlindungan serta keberhasilan usahanya. Selain itu perhitungan ini juga digunakan sebagai penanda waktu kapan melakukan upacara serta persembahan kepada Yang Kuasa.
Jika Kejawen menggunakan Pawukon sebagai dasar waktu ritualnya, Sunda Wiwitan menggunakan penanggalan yang biasa disebut sebagai Kala Sunda. Penyebutan nama hari,bulan dan musim antara Pawukon dan Kala Sunda sama persis. Mungkin hanya awal permulaannya saja yang berbeda. Jika awal Pawukon diketahui dari pemecahan kode Pakdhe Shar terhadap cerita lakon Watugunung-nya Ronggo Warsito, maka perhitungan Kala Sunda diyakini berawal dari munculnya sosok Aki Tirem dari Salakanagara.
Bisa dipastikan “pencipta” Pawukon ataupun Kala Sunda, yang merupakan warisan budaya bernilai tinggi dan sudah terbukti paling tua, adalah “manusia” yang mempunyai tingkat intelegensia yang cukup tinggi, kira-kira siapa “manusia” yang sudah ada semenjak ~15.000 SM jika kita merujuk umur dari Pawukon itu sendiri ?
Terlepas dari siapa kira-kira “manusia” cerdas tersebut, saya sendiri berpendapat bahwa sebenarnya apa yang oleh “para ahli” disebut sebagai Animisme dan Dinamisme merupakan wujud dari pencarian dan penggalian dari dalam jiwa serta tingginya akal, pikiran dan budaya leluhur bangsa ini dalam mengejawantahkan keseimbangan manusia dengan alam serta harmonisasi dalam kehidupan antar manusia serta Tuhannya jauh sebelum agama “modern” menyentuh kehidupan mereka. Saking begitu dalam dan tingginya ajaran serta filsofi warisan leluhur tersebut, sampai saat inipun masih banyak orang yang teguh memegangnya meskipun dalam prakteknya sedikit banyak dipengaruhi oleh agama yang “diakui” oleh pemerintah.

Sebauh agama lahir dari kebudayaan dan sebnarnya setiap manusia memiliki jahur agama dan budaya sendiri dan itu semua bisa menjadi AGAMA bagi anak turunnya demikian orang JAWA memiliki KEjawen yang menjadi tuntunan wajib seorang jawa Semoga suatu kali di akui sebagai AGAMA oleh Negara Indonesia
Oleh: indotiga on April 15, 2008
at 5:28 pm
MUSUH ISLAM ADALAH ALQUR’AN
Kita mengetahui bahwa tujuan memaluk suatu agama (agama apapun) adalah untuk membuat umatnya menjadi teguh batiniah. Kuat tak tergoncangkan.
Sedangkan Alqur’an merupakan musuh yang paling berbahaya terhadap agama Islam. Alqur’an membelenggu umat muslim supaya menjadi lemah, mudah diadu-domba dan mudah dihasut.
Buktinya, umat muslim saat ini sangat lemah. Melihat kartoon Nabi Muhammad saja sudah bingung kesurupan. Melihat kepercayaan-kepercayaan lain juga umat muslim menjadi sakit. Umat muslim mudah diadu-domba sehingga mengeluarkan fatwa-fatwa bringas, merusak tempat-tempat ibadah umat yang beragama lain, sweeping, dan melakukan kekerasan-kekerasan ala jaman kegelapan.
Semuanya itu adalah hasil dari penghayatan Alqur’an. Alqur’an sedang melemahkan dan merusak jiwa dan prilaku umat muslim.
Jadi musuh utama bagi Islam adalah Alqur’an.
Oleh: Khaled Elkasi on April 24, 2008
at 4:35 pm
Agama itu datang dari hati nurani kita… yang telah di teteskan oleh sang pencipta
Oleh: ria on Mei 3, 2008
at 10:56 am
Alhamdulillah..!
Kami sangat berterima kasih, membaca tulisan tersebut diatas, semoga bermanfaat untuk kajian kami dalam mencari ilmu tentang “hakekat”
Oleh: Djenambang Bin Tandjak on Mei 7, 2008
at 2:07 pm
Akhirnya ada yang menulis pengetahuan tentang kasundaan, yang sudah saatnya kita kembali ke asal…
Oleh: Irza adya nugraha supartadirja on Juni 4, 2008
at 11:59 pm
Khaled Elkasi :anda bukan muslim ya…..kalau bukan? coba baca alquran,kalau ngomongi masalah yang kita sendiri tidak ketahui jadinya fitnah.atau sok tahu.yang jelas agama islam tidak sama dengan agama manapun didunia ini dan tak akan pernah sama.karena islam bukan berasal dari kebudayaan dan pikiran manusia,hasil konsolidasi dogma dan lain lain. dan terbukti segala ilmu yang terkandung dalam alquran telah dibuktikan dengan teknologi dan penelitian selama bertahun tahun oleh para peneliti.anda kan bukan peneliti.berapa lama anda studi tentang alquran.sungguh anda berpikiran kerdil dan tergesa gesa.ogi_dillah@plasa.com
Oleh: syamsul rijal on Juni 29, 2008
at 2:40 pm
Ha.ha.ha.
)
Jangan hiraukan @mas Khaled Elkasi,… memang benar dia bukan islam bukan muslim.
Dari komentarnya kan ketahuan, @mas Khaled Elkasi ini, jenis manusia yang kesurupan kebenaran sendiri.
(bukannya terimakasih disuguhi bacaan bermutu, ini malah ngompor-ngompori
Wassalam, Haniifa.
Oleh: haniifa on Juni 30, 2008
at 7:01 am
hem….. ya ya ya ….. ngak usah terlalu ditanggapi komentarnya temen lain…. kenapa ? kalo kepala nggak dingin, hati nggak jernih dan pikiran nggak semeleh malah nambahi masalah dan musuh. kita seneng dan pengin membaca ini kan tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup kita. memang kadang kita merasa nggak enak atau bahkan teringgung kalo membaca tulisan yang nggak se-ide dengan paham kita. tapi kadang tulisan yang menyinggung saat kita baca justru menjadikan kita lebih dewasa dalam menyikapi berbagai hal.
salam untuk semuanya.
Oleh: sabar on Juli 6, 2008
at 5:45 pm
Saya cuma numpang lewat mo baca2 tulisan tentang jawa.. secara obyektif memang terlihat siapa yang tirani dan yang universal..
__________________________________
Manghayu Hayuning bawana langgeng.
Oleh: M.Y.Budi Pramono on Juli 8, 2008
at 5:10 pm
Sorry…. maaf… hapunten… nyuon pangampuro… and so on
@mas-nya
Manawi teu kaabotan, munggi kersa linggih di…
Sir Haniifa . := http://agorsiloku.wordpress.com/2008/05/18/jangan-pernah-lah-mengagumi-kemegahan-dunia/#comment-21089
____________________________________
Silih Asah, Silih Asuh jeung Silih Asih
Sadayana dilajeng… ka :
Allah/b> – Ar Rahmaan – Ar Rahiim
(mani persis “Basmallah” dina Al Qur’an)
Wassalam, Haniif
a .Oleh: haniifa on Juli 8, 2008
at 9:23 pm
Ratu Adil nggak punya “suami yang adil” jadi Janda Adil Satria Baja Hitam
Penobat : @Haniifa
Oleh: haniifa on Juli 26, 2008
at 7:14 pm
Sampurasun,,,
Perihal : Undangan terbuka untuk umum
Dalam acara : Tepung lawung Sarirasa Kabangsaan
“Upacara Kuwera Bakti Darma Wikanta”
“Rajah Nusantara di Gunung Ageung Suryakancana (Gn.Gede)”
Undangan ini terbuka untuk mengikuti gelar ritual dari seantero Nusantara setidaknya mewakili Sumatra, Jawa,Bali,Kalimantan,Sulawesi,Kepulauan di Sunda kecil,Ambon dan Papua.Dengan demikian menjadi perekat tangguh bagi kesatuan universal.
“Upacara Kuwera Bakti Darma Wikanta” dilaksanakan di Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat, yaitu di sekitar danau di kaki Gunung Gede, Hari Selasa Tanggal 19 agustus 2008, dari Pk.07.00wib-selesai. ( Wuku Maktal, Anggara manis,11 sukla, sasih 9/Asada 1944 Candrakala, Kalasunda), dengan susunan (tentatif) yaitu:
a. Berkumpul, sambutan dll. f. Ngahening
b. Sawer tirta g.Tarawangsa
c. Mapah h. Silihwangian (Salam-salaman, tukar cenderamata, dll)
d. Ngarajah i. Tanam pohon.
e. Gelar sanusantara (setiap perwakilan adat budaya)
Dengan susunan, Panitia Upacara :
Papayung : Abah Adung
Uwa Dedi Pasundan
(Disarengan ku sadaya Jejer Kasepuhan Lawang Kori)
Jaro Salametan : Kanta Purwadinata
Tanggung Jawab (Tangkesan) : Kang Gin-Gin Akil
Kang Bambang Nuki
Kang Wawan Sarbani
Jaro Rajah : Mang Dodi, Mang Dedi
(Disarengan ku sadaya pamangku nayaga)
Jejer Pangartosan : Kang Yusup
(Di bantos ku bares tangkesan)
Penyelenggara menerima bantuan darma berupa : tenaga bantuan fisik, dana, atau peralatan
Penyelenggara pun mengajak semua pihak untuk dapat membantu menyebarluaskan, pendokumentasian, dengan liputan, oleh media cetak, media elektronik, para pemerhati, para budayawan atau semua pihak yang merasa pentingnya nilai-nilai dalam upacara ini menjadi tuntunan. Demikian paparan ini semoga berguna bagi semua pihak yang membutuhkannya,
Dengan laku darma yang paling tulus maka dengan penuh keyakinan, semua tekad terbaik kita akan terwujud.
Bray caang bray narawangan, Nuhun Gusti, Pun Rahayu.
Cag Rampes
Bandung, 30 Juli 2008
Homat kami,
Kanta Purwadinata ( Jaro Salametan )
Padumukan Panitia : Jl. Dr Curie no 1 Bandung 40171 Indonesia
Untuk Informasi acara : Kang Gin-gin Akil 022-91643519 / 0815 72337200 (+62 22 91643519)
Kang Wawan Sarbini 0813 95382559
Kang Bangbang Niki 0813 95258511
Untuk Sumbangan dana : Bank B C A Kcp Lembang
Cecep Yusuf, SE
No. Rekening : 1371173680
e-mail : yusufsawelas@yahoo.com
(+62 22 2787579 / 0818 02257419)
Bank MANDIRI
Drs. H. Ahmad Arief
No.Rekening : 132-00-0584757-0
Oleh: cecep yusuf on Agustus 5, 2008
at 2:35 am
buat mas-mas, mbak-mbak jangan sampai syetan menyusupi akal pikiran kita, kalo mau berspekulasi mbok yang masuk akal, terus buat Khaled Elkasi jangan suka menghina agama orang, untukmu agama mu untukku agamaku, betapa picik dan sempit pikiranmu.
orang seperti gini yang bikin kacau dunia, penuh fitnah dan dusta, ingat adzab Alloh SWT nanti, gini ya, biasanya kalo yang suka mempermainkan agama tuh ciri-cirinya jarang mandi, trus yang diomongin cuma teori ama dunia perklenikan aja, trus biasanya dia tuh males dan memanfaatkan kebodohan orang buat kepentingannya.
Oleh: sonny on Agustus 6, 2008
at 3:27 pm
alloh satu dipake ama semua knapa harus ribut?
RASA sama kenapa harus ribut karna nama.contoh kata orang sunda gula amis kata orang jawa legi gitu aja ko jadi ribut. yang penting bagaimana kita jalanin hidup ini.
1 tau dari mana diri{kenali jati diri}
2 mau kemana kita{pasti mati}
harus bagaimana kita{aplikasi}
dengan keyakinan anda sendiri
jalankan itu selamat dunia akhirat
belajar dulu ah dari ALIP bingkeng sampai ALIP lurus baru ngak akan menyalahkan
mulai ta,aud karna ngak ada dalam quran hanya ada dalam diri ok.
jangan banyak2 nanti muntah.
Oleh: taufiq hidayatulloh on Agustus 11, 2008
at 3:32 pm
@Mas Taufiq
Pantasan mas muntah …
Gula yang “bau AMIS” dijilatin yach….
Oleh: haniifa on Agustus 11, 2008
at 4:46 pm
Sobat, jgn menhujat Islam karena anda pasti hancur oleh kata kata anda sendiri…
Oleh: Pangeran_damai on Agustus 12, 2008
at 7:28 pm
Sampurasun,
sungguh indah dunia apabila kita ber SINERGI
baik yang berkiblat ke buhun (lokal) maupun yang ke luar negeri (arab, dll). yang penting kita kita BERDAYAKAN DIRI agar bisa MEMAYU HAYUNING BUANA… Amiiin…
Rampes…
Oleh: hadwreck on Agustus 26, 2008
at 6:13 pm
assalamualaikum….
Agama ada untuk menghilangkan kekacauan karena agama sendiri artinya tidak kacau. semua orang punya agama masing2 dan disitulah kita bisa mengamalkan ajaran2 agama dalam kehidupan yang begitu majemuk, semua agama mempunyai tujuan yang sama, kalo ada orang berbuat gak sesuai dengan agamanya berarti yang salah orangnya bukan agamanya. mari kita saling menghargai satu sam lain karena bumi ini bukan milik saya. wassalam makasih
Oleh: Rudi Baskoro on September 25, 2008
at 1:55 pm
sudah..sudah.. kalian sesama manusia jangan saling menjatuhkan,,
saudaraku Khaled Elkasi… anda tidak pantas untuk seperti itu, anda tidak punya hak untuk menjudging agama lain, anda pun tidak terlihat lebih baik dari saudara kita yg muslim.. dan saudaraku yang lain.. tanggapi hal itu dengan kepala dingin
apabila islam tidak seprti yang mas Khaled Elkasi ucapkan,, jgn pada emosi, karena itu akan membuat mereka2 punya pikiran “bener kan islam mudah terpancing utk melakukan kekerasan”
hidup sehat saling berdampingan tidak menjatuhkan, respect, dan tolerable terhadap umat lain… ini lah yang akan membuat dunia menjadi lebih indah! tunjukan ajaran Cinta kasih terhadap sesama kalian umat manusia..
Oleh: giri on Oktober 17, 2008
at 11:38 am
[...] Kepercayaan nenek moyang Nusantara yang pernah saya tulis dalam blog ini adalah Animisme dan Dinamisme. Dalam cerita-cerita rakyat yang tersebar merata di pelosok Nusantara, gunung merupakan tempat yang sering dikeramatkan atau disucikan. Dalam kepercayaan kuno nenek moyang, gunung diyakini sebagai tempat bersemayamnya para roh leluhur dan para dewa. [...]
Oleh: Teka-teki Warisan Leluhur | Peradaban Manusia on Februari 12, 2009
at 8:05 pm
@giri
tunjukan ajaran Cinta kasih terhadap sesama kalian umat manusia..
________
Islam mengajarkan Kasih Sayang, seperti dlm Al Qur’an selalu diawali : Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Orang tua menjewer kuping anaknya… justru sangat sayang kepada anaknya… agar tidak mengulangi kesalahan yang sama,… tindakan ini jangan diasumsikan kekerasan…
Wassalam, Haniifa.
Oleh: haniifa on Februari 13, 2009
at 7:24 pm
mana ada yg asli di dunia ini…..
sudah lama manusia berkelana di bumi yg imut ini, jejak DNA aja rumit percampurannya, walaupun usaha menjejak balik dilakukan dgn hasil teori “out of africa” tapi ilmuwan RRC merasa leluhur mereka muncul di wilayah mereka sendiri.
anggaplah teori keluar dr afrika itu benar, berarti leluhur kita menjelajah dari afrika dengan membawa budaya primitif mereka, termasuk ide2 ttg kekuatan magis (batu, pohon, gunung, dewa/i). kemanapun mereka pergi, ide2 tsb menyertai mereka, knp? karena mereka membutuhkan penjelasan dr hal2 yg diluar kemampuan cerna otak mereka saat itu.
kenapa tanah longsor?
kita tidak akan mendengar manusia purba berkata pd temannya >> ini longsor karena bukitnya terlalu curam dan tidak ada tanaman yg mengikat tanah…. kamu sih nebangin pohon2nya…
kenapa tenggelam dilaut dan ga muncul?
mungkin g manusia purba menjelaskan ke temannya >>> dia tenggelam dan jenazahnya g muncul2 karena dilaut sini ada palung yg dalam sebagai hasil dari tumbukan dua lempeng benua….
rasa2nya leluhur kita yg masih sederhana cara berfikirnya hanya akan bilang
>> dewa gunung marah makanya tanah ini longsor, atau
>> dia tenggelam dan hilang karena dibawa nyi roro kidul ke istananya di dalam laut…
bumi ini terlalu kecil kalau hanya untuk klaim ke orisinilan,
cara hidup orang melayu di pedalaman sumatera, orang dayak di kalimantan dan orang indian di amerika selatan nyaris sama, rinciannya saja yg berbeda.
cara mereka bertahan hidup didalam hutan sama, cara memanfaatkan sumber daya hutan sama, yg beda rinciannya, seperti motif anyaman, bentuk parang, ……
ceramah anthropologi???
agama yg ada hari ini semuanya sama,
intinya mengenai adanya sesuatu kekuatan yg melampaui kemampuan manusia,
awal yg sama itu selanjutnya menjadi berbeda dalam 3 hal
1. cara menyebut kekuatan maha besar tersebut,
2. sifat2 dan bentuk yg dikenakan pada kekuatan tsb, dan
3. cara memuja/menyembah kekuatan tsb.
yg dirujuk itu satu, penafsirannya yg banyak,
Oleh: abu syauqi on Februari 14, 2009
at 1:10 pm
lucy, fosil manusia berumur 3.200.000 tahun, ditemukan di afrika tahun 1974.
lucy usianya jauh lebih tua daripada kera leluhurnya darwin. gw keturunan lucy kayaknya, darwin keturunan kera,
anggaplah leluhur manusia seumur lucy, 3,2 juta tahun, kira2, sudah berapa ribu kali kah nenek moyang kita, dari berbagai generasi, berjalan mengelilingi bumi??
jaman dulu belum ada waralaba McD, jadi kalo mau makan ya harus dicari sendiri,
kalo tanah udah g subur ya cari dan pindah ke daerah baru, kalo binatang2 sumber daging pindah merumput ya ikutan pindah,
riwayat manusia ini ttg migrasi, mondar mandir sana sini,
kayak abg hari ini yg menjelajah dari mall k mall, distro ke distro, jadi kalo fashionnya sama wajar2 aja karena memang itu2 aja pelakunya.
Oleh: abu syauqi on Februari 14, 2009
at 1:26 pm
@Mas Abu Syauqi
mana ada yg asli di dunia ini…..
Semua asli di dunia ini yaitu ciptaan Allah yang Maha Pencipta.
_____________
yg dirujuk itu satu, penafsirannya yg banyak
QS 112:1 “Qulhu wa Allahu AHAD”
(Katakan: Allah yang Maha “ESA”)
_____________
lucy, fosil manusia berumur 3.200.000 tahun, ditemukan di afrika tahun 1974
Bagaimana tingkat probabiliti waktu paruh, apakah benar-benar 100% ?!
Apakah ada jaminan bahan sampling fosil tsb benar atau hanya tempelan senyawa Carbon yang dicangkokan ?!
Wassalam, Haniifa.
Oleh: haniifa on Februari 15, 2009
at 1:18 am
Wah, ini yang paling kita sayangkan pada kenyataan kehidupan kita sekarang.
Wahai saudara sekalian, marilah saling menghormati sesama kita. Saya yakin masih banyak diantara kita yang memiliki sikap hormat-menghormati yang merupakan ciri dasar dari budaya kita. Jadi jauhkan segala kebencian agar kita bisa menikmati hidup ini dengan lebih baik.
AGAMA anda adalah sesuatu yang anda yakini membawa anda pada kebaikan, dan begitu juga dengan orang lain. Karena pada hakekatnya kebenaran yang kita cari untuk kedamaian. “SMILE TO LOVE FOR PEACE”
Oleh: wayung on April 19, 2009
at 11:00 am