Kemarin dahulu, waktu Tyo masih berada dalam kandungan 7 bulan, sesuai adat Jawa dilaksanakanlah upacara Tujuh Bulanan atau Mitoni. Secara garis besarnya, sang bapak diharuskan menggambari Cengkir Gading (Kelapa Gading) dengan tokoh wayang Raden Kamajaya dan Dewi Kamaratih. Maksudnya, kalau bayinya laki-laki diharapkan setampan Raden Kamajaya dan kalau perempuan secantik Dewi Kamaratih.
http://kolomnyawied.com
Berhubung pada waktu itu saya sudah tahu jenis kelamin si jabang bayi, akhirnya saya menggambar Raden Kamajaya dan Batara Indra. Namun ada peristiwa lucu dibalik munculnya gambar Batar Indra ini. Sebenarnya saya kepingin menggambar Kresna, berhubung hasil nyontek dari buku Bhs. Daerah (Jawa) adik saya dan mungkin kebetulan sedang tidak fokus, yang tergambar malah Betara Indra yang kebetulan posisinya ada di sebelah gambar Kresna heheheh. Selain 2(dua) tokoh tadi, Cengkir Gading tersebut saya gambari juga lapangan sepakbola tak lupa bola-nya sekalian. Bukan berarti saya kepingin Tyo kelak menjadi pemain sepakbola, ini semua dikarenakan Bundanya ngefans banget sama kiper Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu hehehe. Disamping itu, semenjak hamil istri jadi setia nungguin saya nonton pertandingan bola di TV, meskipun itu ditayangkan tengah malam atau dini hari hehehe.
Setelah selesai digambar, prosesi selanjutnya adalah membelah Cengkir Gading tersebut. Konon, apabila hasil belahan tepat di tengah, bayinya yang lahir akan laki-laki, sebaliknya kalau melenceng yang lahir perempuan. Saya sih cuek saja, lha wong dari hasil USG sudah jelas istri saya mengandung bayi laki-laki. Meskipun hasil belahan saya agak melenceng, alhamdulilah di kemudian hari istri saya melahirkan bayi laki-laki yang cakep.
Sebenarnya selain upacara Mitoni, masih ada lagi beberapa upacara terhadap bayi yang baru lahir menurut adat Jawa. Ada upacara Selapanan, yang dilaksanakan ketika usia bayi menginjak Selapan atau 35 hari. Dan juga ada upacara Tedak Siten, yaitu upacara memperkenalkan anak untuk pertama kalinya pada tanah/bumi , yang dilaksanakan ketika usia bayi menginjak tujuh lapan (7 x 35 hari).
Bagaimana sebenarnya prosesi upacara Mitoni, Selapanan dan Tedak Siten akan saya tuliskan di lain waktu. Artikelnya masih menunggu ijin dari yang punya untuk saya arsip dalam blog saya ini. Hitung-hitung melestarikan adat dan budaya nenek moyang.

Pengen-pengen. Ayo ndang di upload artikel e. Maknyus tenan..sip markusip..salam buat Tyo..
Oleh: dps on Maret 5, 2008
at 5:18 pm
saya cuma mau tanya kapan artikel selan utnya itu ada. trms”!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Oleh: ary on Mei 29, 2008
at 9:39 am
mas punya gambar wayang kulitnya Bhatara kamajaya dengan kamaratih? kalau ada saya mau minta(sedot) filenya. maturnuwun
Oleh: M.Y.Budi Pramono on Juli 8, 2008
at 4:36 pm
saya sebentar lagi mengadakan upacara mitoni. ql ada yg punya gambar Bhatara Kamajaya dan Dewi Kamaratih, plis saya minta filenya. terimakasih bangeets.
Oleh: renita on Juni 9, 2009
at 8:00 am