Biasanya berita tentang kenaikan harga yang sering kita dengar tidak jauh dari sembako atau BBM . Lha kok sejak dua hari kemarin istri saya mengeluhkan harga tempe, iya benar harga tempe, di pasar tradisional depan kontrakan harganya naik hampir 100 %. Besoknya malah tempe hilang dari peredaran . Padahal bagi keluarga kami tempe adalah salah satu menu favorit .
Usut punya usut ternyata harga kedelai yang merupakan bahan baku pembuatan tempe memang sedang naik . Dan satu lagi yang bikin saya kaget, karena baru tahu eheheheh, kebutuhan kedelai dalam negeri dipenuhi dengan cara impor. Dan ujung-ujungnya para pengrajin tempe menghentikan produksinya karena hasil penjualan tidak bisa menutup hasil produksi.
Bagi banyak orang tempe adalah menu bagi golongan menengah kebawah . Sebagian orang bahkan malu untuk mengakui tempe sebagai salah satu menu favoritnya. Padahal tempe merupakan salah satu menu makanan yang mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi. Dengan langkanya tempe dan kalaupun ada harganya pun bisa membikin kening berkerut, dengan menu apalagi kaum mayoritas di negeri ini (penduduk miskin) mencukupi kebutuhan gizinya ?
Jamannya Mbah Harto kok tidak pernah terengar berita seperti ini ya ? Beras selalu berlebih, hingga kita bisa ekspor, tidak seperti sekarang yang malah impor. Pendek kata dulu kita tidak pernah kekurangan dengan yang namanya sembako dan bahan kebutuhan pangan. Teriring do’a bagi Mbah Harto semoga dimudahkan jalannya untuk menghadap Ilahi . Istilah Jawanya , mugi-mugi padang dalane lan jembar kubure. Amieeenn..
