Posted by: wied | Mei 22, 2008

Jejak Rentang Waktu Penghuni Nusantara

Penggalan-penggalan informasi di bawah merupakan kumpulan dari rentang waktu perjalanan migrasi manusia modern yang didasarkan pada teori Out Of Africa.

Berdasarkan fosil-fosil yang telah ditemukan di wilayah Indonesia, dapat dipastikan bahwa sejak 2.000.000 (dua juta) tahun yang lalu wilayah ini telah dihuni. Penghuninya adalah manusia-manusia purba dengan kebudayaan batu tua atau mesolithicum seperti Meganthropus Palaeo Javanicus, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis dan sebagainya. Manusia-manusia purba ini sesungguhnya lebih mirip dengan manusia-manusia yang kini dikenal sebagai penduduk asli Australia. Seluruhnya…

Posted by: wied | Mei 9, 2008

Minimnya Jejak Peradaban Nusantara

Kadang saya bertanya pada diri sendiri, mengapa di wilayah yang sangat subur dan sangat mendukung adanya kehidupan manusia ini tidak banyak ditemukan jejak-jejak peradaban dibandingkan dengan apa-apa yang ditemukan di belahan dunia yang lain ?Ada beberapa hal yang kemungkinan mengakibatkan hal ini terjadi.

Bertani dan berladang

Sebelum kedatangan bangsa-bangsa dari utara, sebenarnya nenek moyang Nusantara sudah mengenal kehidupan bercocok tanam dengan sistem ladang atau huma. Pendapat tersebut saya dasarkan pada sudah adanya sistem Pawukon, yang salah satunya adalah untuk mementukan kapan waktunya untuk mulai bercocok tanam. Kita ketahui kedatangan bangsa-bangsa dari utara baru terjadi antara 3000-500 SM, sedangkan Pawukon sendiri diduga sudah ada sejak 15000 SM. Seluruhnya…

Posted by: wied | Mei 8, 2008

Siapakah Pribumi Asli Nusantara ?

Sebuah artikel yang cukup menggugah nalar dan mengguncang tatanan sejarah bangsa ini. Sayangnya saya tidak menemukan author dari artikel ini. Selamat meresapi dan merenung.

Kembali ke masa prasejarah, penduduk wilayah Nusantara hanya terdiri dari dua golongan yakni Pithecantropus Erectus beserta manusia Indonesia purba lainnya dan keturunan bangsa pendatang di luar Nusantara yang datang dalam beberapa gelombang.

Berdasarkan fosil-fosil yang telah ditemukan di wilayah Indonesia, dapat dipastikan bahwa sejak 2.000.000 (dua juta) tahun yang lalu wilayah ini telah dihuni. Penghuninya adalah manusia-manusia purba dengan kebudayaan batu tua atau mesolithicum seperti Meganthropus Palaeo Javanicus, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis dan sebagainya. Manusia-manusia purba ini sesungguhnya lebih mirip dengan manusia-manusia yang kini dikenal sebagai penduduk asli Australia.

Dengan demikian, yang berhak mengklaim dirinya sebagai “penduduk asli Indonesia” adalah Seluruhnya…

Posted by: wied | Mei 7, 2008

Apakah Kanjuruhan adalah Wangsa Sanjaya ?

Dari cuplikan-cuplikan yang saya ambil dari Om Wiki, yang kemudian saya urutkan seperti di bawah agar mudah menarik benang merahnya dengan harapan mendapatkan sebuah petunjuk mengenai sesuatu.

Prasasti Mantyasih (907) atas nama Dyah Balitung menyebutkan dengan jelas bahwa raja pertama Kerajaan Medang (Rahyang ta rumuhun ri Medang ri Poh Pitu) adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya.

Istilah Wangsa Sanjaya merujuk pada nama Sanjaya, raja pertama Medang. Dinasti ini menganut agama Hindu aliran Siwa. Seluruhnya…

Posted by: wied | Mei 5, 2008

Sejarah Kerajaan Awal di Pulau Jawa

Catatan sejarah Pulau Jawa yang ditandai oleh prasasti atau berita-berita dari pedagang China dan India, ditengarahi oleh beberapa pusat peradaban. Dari barat berupa cerita tentang Salakanagara kemudian dilanjutkan prasasti mengenai Tarumanegara, bagian tengah cerita mengenai Kalingga dilanjutkan dengan Mataram Kuno, dan prasasti Kanjuruhan yang dilanjutkan oleh Kerajaan Medang.

Kerajaan Salakanagara

Salakanagara, berdasarkan Naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (yang disusun sebuah panitia dengan ketuanya Pangeran Wangsakerta) diperkirakan merupakan kerajaan paling awal yang ada di Nusantara. Seluruhnya…

Posted by: wied | April 30, 2008

Gajah Mada : Fakta Terbaru

Postingan saya mengenai Gajah Mada ternyata memunculkan beragam tanggapan. Dan semuanya memberikan masukan serta kritik yang mencerahkan. Membantu memudahkan saya untuk lebih memfokuskan area pencarian mengenai jati diri diri sosok ini. Meskipun sampai sekarang saya sendiri belum bisa mengambil kesimpulan tentang asal usul Gajah Mada yang memang masih misteri.

Namun begitu ada beberapa fakta yang perlu digarisbawahi. Pendapat saya mengenai keberadaan hewan gajah sudah banyak mendapatkan sanggahan dari para pengunjung yang telah sudi memberikan komentar maupun memberikan data terbaru untuk dapat mengkoreksi pendapat saya tersebut. Seluruhnya…

Posted by: wied | April 29, 2008

Sabdo Palon

Sabdo Palon atau Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta. Sedangkan dalam filosofi Jawa Semar disebut juga Badranaya dari gabungan kata Badra:Membangun sarana dari dasar dan Naya=Nayaka :Utusan yang kira-kira bila diterjemahkan berarti “Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Tuhan demi kesejahteraan manusia”.

Dan berikut adalah kepercayaan yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Jawa akan adanya tokoh Sabdo Palon tersebut yang artikelnya saya dapatkan dari milist komunitas yang perduli akan kebudayaan jawa, Sekar Jagad. Seluruhnya…

Posted by: wied | April 28, 2008

Napak Tilas Peradaban Jawa

Tulisan ini saya sadur dari milist Sekar Jagad yang merupakan tulisan dengan judul yang sama dari sesorang dengan nick Ki Sondong Mandali. Aslinya tulisan ini berbahasa Jawa, namun saya sajikan dalam bahasa Indonesia untuk lebih meng-Indonesia.Semoga saja tidak banyak kesalahan dan melenceng dari arti pengalih bahasaan ini. Berikut artikel tersebut :

Untuk membedah Kawruh Kejawen, terlebih dahulu harus dicari struktur peradaban Jawa. Karena sejarah peradaban Jawa itu sudah berjalan lama dan sudah bercampur(asimilasi) dengan peradaban-peradaban yang lainnya, jadi tidak mudah untuk memilah-milah mana yang asli Jawa dan mana yang bukan. Setidaknya ada peradaban besar di dunia, “Hindu,Buddha,Islam” yang bercampur dengan peradaban Jawa. Seluruhnya…

Posted by: wied | April 28, 2008

Misteri Borobudur

Tidak bisa dipungkiri bahwa Borobudur merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Dan inipun sudah diakui dunia dengan memasukkan Borobudur sebagai salah satu bagian 7 keajaiban dunia bersanding dengn Piramid Mesir dan Tembok Besar China.

Sampai saat ini ada beberapa hal yang masih menjadi bahan misteri seputar berdirinya Candi Borobudur, misalnya dalam hal susunan batu, cara mengangkut batu dari daerah asal sampai ke tempat tujuan, apakah batu-batu itu sudah dalam ukuran yang dikehendaki atau masih berupa bentuk asli batu gunung, berapa lama proses pemotongan batu-batu itu sampai pada ukuran yang dikehendaki, bagaimana cara menaikan batu-batu itu dari dasar halaman candi sampai ke puncak, alat derek apakah yang dipergunakan? Mengingat pada masa itu belum ada gambar biru (blue print), lalu dengan sarana apakah mereka itu kalau hendak merundingkan langkah-langkah pengerjaan yang harus dilakukan, dalam hal gambar relief, apakah batu-batu itu sesudah bergambar lalu dipasang, atau batu dalam keadaan polos baru dipahat untuk digambar. Dan mulai dari bagian mana gambar itu dipahat, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas? Dan masih banyak lagi misteri yang belum terungkap secara ilmu pengetahuan, terutama tentang ditemukannya ruang pada stupa induk candi. Seluruhnya…

Posted by: wied | April 25, 2008

Paparan Sunda

Dari hasil penelusuran dibantu mbah Gugel, berikut fakta-fakta menarik yang berhasil saya kumpulkan.

Sunda Land, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es.

Rumpun bangsa Austronesia adalah cikal-bakal bangsa-bangsa di Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

Berdasarkan kajian biomolekuler, penduduk asli Natuna diketahui memiliki gen yang mirip dengan bangsa Austronesia tertua.

Bangsa Austronesia diyakini memiliki tingkat kebudayaan tinggi. Ketika zaman es berakhir, bangsa Austronesia menyebar ke berbagai penjuru.

Mereka lalu menciptakan keragaman budaya dan bahasa pada masyarakat lokal yang disinggahinya dalam tempo cepat yakni pada 3.500 sampai 5.000 tahun lampau. Kini rumpun Austronesia menempati separuh muka bumi.

Austronesia sebagai rumpun bahasa merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah manusia. Rumpun ini memiliki sebaran yang paling luas, mencakup lebih dari 1.200 bahasa yang tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Bahasa tersebut kini dituturkan oleh lebih dari 300 juta orang.

Dari studi linguistik, bangsa Indonesia adalah penutur Austronesia.


Older Posts »

Kategori